Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perhitungan unit cost layanan hemodialisis menggunakan metode Activity Based Costing (ABC) serta membandingkannya dengan tarif INA-CBGs yang berlaku di RSUD Kabupaten Lombok Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode ABC untuk menghitung biaya berdasarkan aktivitas yang terlibat dalam penyelenggaraan layanan hemodialisis. Biaya dianalisis dalam empat klasifikasi aktivitas, yaitu unit-level, batch-level, product/service sustaining, dan facility sustaining. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya satuan layanan hemodialisis berdasarkan metode ABC adalah sebesar Rp785.822,61 per tindakan. Ketika dibandingkan dengan tarif pembiayaan INA-CBGs sebesar Rp841.900, diperoleh selisih positif (surplus) sebesar Rp56.077,39. Surplus ini mengindikasikan bahwa biaya riil penyelenggaraan layanan hemodialisis masih berada di bawah tarif INA-CBGs, sehingga pelayanan tetap berada dalam kondisi efisien dan tidak menimbulkan potensi kerugian finansial bagi rumah sakit. Temuan ini juga menegaskan bahwa metode ABC memberikan informasi biaya yang lebih akurat, terperinci, dan relevan untuk mendukung pengambilan keputusan manajerial dalam pengendalian biaya, perencanaan anggaran, dan peningkatan kualitas layanan. Dapat disimpulkan bahwa hasil perbandingan biaya hasil perhitungan ABC terhadap tarif INA-CBGs dapat menjadi dasar bagi rumah sakit dan pemerintah daerah untuk merumuskan strategi pembiayaan yang lebih tepat guna mendukung keberlanjutan pelayanan hemodialisis.
Copyrights © 2026