Permintaan energi global yang meningkat dan penipisan sumber daya fosil mendorong pencarian bahan bakar terbarukan, seperti bioetanol generasi kedua dari limbah lignoselulosa. Namun, produksinya menghadapi tantangan teknis, terutama pada pretreatment dan efisiensi konversi akibat kompleksitas struktur biomassa. Artikel review ini bertujuan menganalisis metode pemanfaatan limbah pertanian dan perkebunan Indonesia untuk produksi bioetanol generasi kedua, mengidentifikasi peluang dan tantangan, serta memberikan rekomendasi strategis. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap artikel terpublikasi dalam lima tahun terakhir dari Google Scholar dan ScienceDirect dengan kata kunci terkait. Hasil review menunjukkan keragaman bahan baku seperti TKKS, ampas tebu, kulit buah dan dominasi pretreatment kimia serta hidrolisis asam untuk mendegradasi lignin. Fermentasi dengan Saccharomyces cerevisiae dengan konsentrasi dan waktu bervariasi menghasilkan variasi yield bioetanol, yield bioetanol tertinggi dari limbah kulit buah nanas dengan pretreatment intensif sebesar 59%. Disimpulkan bahwa keberhasilan produksi bergantung pada sinergi optimal pretreatment, hidrolisis, dan fermentasi, dengan kebutuhan inovasi pada metode ramah lingkungan dan optimasi proses.
Copyrights © 2026