Penelitian ini mengkaji keragaman dan penggunaan tanaman obat oleh masyarakat Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, sebagai bagian dari praktik kesehatan tradisional berbasis kearifan lokal. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi melalui pendekatan deskriptif kualitatif serta pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan 30 spesies tanaman obat dari 15 famili, dengan habitus herba sebagai kelompok dominan sebesar 56,7%, serta bagian daun menjadi organ yang paling banyak dimanfaatkan sebesar 66,7%. Tanaman obat diperoleh melalui pemanfaatan tumbuhan liar, budidaya, dan sebagian kecil dengan cara membeli. Proses pengolahan didominasi oleh metode perebusan sebesar 75,7%, yang dianggap paling efektif dan mudah dilakukan, sementara pengetahuan mengenai pemanfaatan tanaman obat diwariskan secara turun-temurun. Temuan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan pemanfaatan tanaman obat masih terjaga dan memiliki potensi untuk dikembangkan dalam upaya konservasi serta edukasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis tanaman obat yang dimanfaatkan, habitusnya, bagian yang digunakan, cara perolehan dan pengolahan, serta bentuk pemanfaatannya oleh masyarakat Desa Jatikerto.
Copyrights © 2026