Resistensi antimikroba terhadap antibiotik β-laktam, khususnya yang dimediasi oleh enzim β-laktamase, menjadi tantangan serius dalam pengobatan infeksi bakteri. Lengkuas (Alpinia galanga) dikenal memiliki aktivitas antimikroba, namun potensi senyawa minyak atsirinya sebagai inhibitor β-laktamase belum banyak dievaluasi secara spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk menilai potensi pengikatan senyawa minyak atsiri A. galanga terhadap enzim β-laktamase Staphylococcus aureus menggunakan pendekatan in silico. Struktur protein β-laktamase (PDB ID: 1GHP) dan beberapa senyawa utama minyak atsiri lengkuas dianalisis menggunakan metode molecular docking dengan AutoDock 4.2. Amoksisilin digunakan sebagai ligan pembanding. Hasil docking menunjukkan bahwa amoksisilin memiliki afinitas pengikatan tertinggi dengan energi ikat −6,60 kcal/mol, sedangkan seluruh senyawa minyak atsiri A. galanga menunjukkan energi ikat yang lebih lemah (−4,13 hingga −5,58 kcal/mol). Analisis interaksi molekuler memperlihatkan bahwa senyawa minyak atsiri membentuk interaksi hidrofobik dan ikatan hidrogen terbatas, yang secara umum kurang optimal untuk inhibisi enzimatik yang kuat. Temuan ini mengindikasikan bahwa senyawa minyak atsiri lengkuas memiliki potensi yang terbatas sebagai inhibitor β-laktamase, sehingga tidak dapat digunakan untuk mengatasi resistensi antibiotik akibat adnaya beta-laktamase.
Copyrights © 2026