Jurnal Biosense
Vol 9 No 1 (2026): Edisi Januari 2026

ANALISA DOCKING SENYAWA MINYAK ATSIRI LENGKUAS (Alpinia galanga) TERHADAP BETA-LAKTAMASE MENUNJUKKAN POTENSI PENGIKATAN RENDAH

Dwipayana, I Dewa Agung Panji (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Jan 2026

Abstract

Resistensi antimikroba terhadap antibiotik β-laktam, khususnya yang dimediasi oleh enzim β-laktamase, menjadi tantangan serius dalam pengobatan infeksi bakteri. Lengkuas (Alpinia galanga) dikenal memiliki aktivitas antimikroba, namun potensi senyawa minyak atsirinya sebagai inhibitor β-laktamase belum banyak dievaluasi secara spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk menilai potensi pengikatan senyawa minyak atsiri A. galanga terhadap enzim β-laktamase Staphylococcus aureus menggunakan pendekatan in silico. Struktur protein β-laktamase (PDB ID: 1GHP) dan beberapa senyawa utama minyak atsiri lengkuas dianalisis menggunakan metode molecular docking dengan AutoDock 4.2. Amoksisilin digunakan sebagai ligan pembanding. Hasil docking menunjukkan bahwa amoksisilin memiliki afinitas pengikatan tertinggi dengan energi ikat −6,60 kcal/mol, sedangkan seluruh senyawa minyak atsiri A. galanga menunjukkan energi ikat yang lebih lemah (−4,13 hingga −5,58 kcal/mol). Analisis interaksi molekuler memperlihatkan bahwa senyawa minyak atsiri membentuk interaksi hidrofobik dan ikatan hidrogen terbatas, yang secara umum kurang optimal untuk inhibisi enzimatik yang kuat. Temuan ini mengindikasikan bahwa senyawa minyak atsiri lengkuas memiliki potensi yang terbatas sebagai inhibitor β-laktamase, sehingga tidak dapat digunakan untuk mengatasi resistensi antibiotik akibat adnaya beta-laktamase.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

BIOSENSE

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Jurnal Biosense menitikberatkan pada publikasi hasil penelitian biologi dan ilmu terapan bidang biologi. Artikel ilmiah dalam lingkup biologi yang meliputi: botani, zoologi, mikrobiologi, genetika, fisiologi, dan konservasi, sedangkan lingkup ilmu terapan biologi meliputi: Kesehatan/kedokteran, ...