Penyakit kusta masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan berdampak pada aspek medis, sosial, ekonomi, serta psikologis. Tingginya stigma sering menyebabkan keterlambatan diagnosis, sehingga diperlukan intervensi edukatif yang efektif. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas Program Inovasi DESAKU ASIK dalam meningkatkan pengetahuan, menurunkan stigma, dan memperkuat deteksi dini kusta di Desa Plakaran. Desain penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimental one group pretest–posttest dengan melibatkan 63 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi diberikan melalui kader kesehatan dan tokoh masyarakat yang telah mendapatkan pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rata-rata skor meningkat dari 23.36 menjadi 42.20 dan nilai N-Gain sebesar 0,70. Stigma juga menurun tajam, dari rata-rata 41.33 menjadi 20.49 dengan N-Gain 0,70. Program turut memperkuat deteksi dini melalui skrining aktif yang mengidentifikasi tujuh suspek yang kemudian dinyatakan negatif. Secara keseluruhan, DESAKU ASIK terbukti sangat efektif sebagai intervensi edukasi berbasis komunitas.
Copyrights © 2026