Teknologi modern yang digunakan dapat memberikan dampak negatif berupa suara atau bunyi yang dihasilkan dari mesin-mesin produksi yang dapat menimbulkan kebisingan (noise pollution) di lingkungan kerja. Secara fisiologis, kebisingan dapat menyebabkan meningkatnya tekanan darah (± 10 mmHg) yang diakibatkan Pekerja yang dalam kondisi stres, terjadi peningkatan hormon adrenalin yang dapat meningkatkan kontraksi arteri, yang menyebabkan denyut jantung mengalami peningkatan, sehingga darah yang dipompa oleh jantung akan semakin meningkat dan menyebabkan peningkatan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh intensitas kebisingan terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik pada pekerja bagian produksi di PT. Royal Coconut Kawangkoan Minahasa Utara. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian observasional analitik dan menggunakan desain Studi kohort prospektif (Prospective cohort study). Populasi pada penelitian ini yaitu pekerja bagian produksi PT. Royal Coconut Kawangkoan Minahasa Utara dengan jumlah sampel 56. Teknik pengambilan sampel diambil menggunakan Probability Sampling dengan metode Simple Random Sampling. Instrumen yang digunakan yaitu noise dosimeter dan sphygmomanometer digital. Analisis data menggunakan analisis korelasi spearman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan ada pengaruh intensitas kebisingan terhadap perubahan tekanan darah sistolik (p = 0,005), serta tidak terdapat pengaruh intensitas kebisingan terhadap perubahan tekanan darah diastolik (p = 0,100).
Copyrights © 2026