Lupus eritematosus sistemik (SLE) merupakan penyakit autoimun sistemik dengan keterlibatan multisistem yang berhubungan dengan morbiditas dan mortalitas yang signifikan. Penyakit katup jantung merupakan manifestasi kardiak yang sering dijumpai dan dapat menyebabkan terjadinya regurgitasi katup mitral. Selain manifestasi valvular akibat proses autoimun, pasien SLE juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami infektif endokarditis, terutama pada katup yang telah mengalami kerusakan struktural. Tindakan pembedahan dapat dipertimbangkan berdasarkan keterlibatan struktural katup. Pada SLE aktif, diperkirakan luaran yang lebih buruk serta angka mortalitas pascaoperasi 30 hari yang lebih tinggi dalam enam bulan setelah pembedahan. Penggunaan kortikosteroid jangka panjang, terapi imunosupresif, serta aktivitas penyakit dapat meningkatkan risiko infeksi daerah operasi dan penyembuhan luka yang tidak optimal. Pasien juga lebih rentan mengalami komplikasi aterosklerotik pascaoperasi akibat kondisi inflamasi yang mendasari. Insufisiensi adrenal pada pasien yang menerima terapi steroid berkelanjutan juga menjadi perhatian penting pada pembedahan mayor, sehingga diperlukan pemberian kortikosteroid perioperatif untuk memenuhi peningkatan kebutuhan kortisol akibat stres pembedahan, insufisiensi adrenal, ketidakstabilan hemodinamik, serta kemungkinan terjadinya krisis adrenal. Krisis adrenal merupakan komplikasi yang jarang namun berpotensi fatal. Kami melaporkan sebuah kasus perempuan dengan SLE dan regurgitasi mitral berat yang menjalani operasi penggantian katup mitral. Artikel ini meninjau pentingnya tatalaksana optimal pada pasien dengan penyakit autoimun dalam situasi perioperatif.
Copyrights © 2026