Salah satu upaya mengurangi kerusakan ekosistem akibat limbah peternakan yaitu dengan cara pengelolaan limbah menjadi vermikompos. Vermikompos adalah pupuk organik yang kaya akan unsur hara yang dapat membantu mengoptimalkan pertumbuhan dan produksi hijauan. Corchorus aestuans yang ditemukan di daerah Purwakarta dengan nama lokal Dengdek Poék, merupakan keluarga Tiliaceae. C. aestuans mengandung senyawa antiinflamasi yang digunakan sebagai obat alami untuk peradangan. Fokus penelitian adalah bagaimana dosis vermikompos mempengaruhi pertumbuhan dan produksi hijauan C. aestuans. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2024 di lahan penelitian Laboratorium Tanaman Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, sementara analisis tanah dan pupuk di Laboratorium Kimia Tanah dan Nutrisi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan, sehingga terdapat total 20 sampel. Perlakuan yang dilakukan adalah P1 = 0 t/ha, P2 = 7,5 t/ha, P3 = 15 t/ha, P4 = 22,5 t/ha, P5 = 30 t/ha. Data penelitian dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian memberikan pengaruh nyata terhadap berat segar dan berat kering hijauan C. aestuans, namun memberikan pengaruh tidak nyata terhadap tinggi dan jumlah daun C. aestuans. Dapat disimpulkan bahwa pemberian dosis vermikompos berpengaruh terhadap produksi hijauan C. aestuans.
Copyrights © 2025