Perkembangan teknologi digital telah memberikan kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan, khususnya dalam aktivitas konsumsi melalui media sosial, marketplace, dan penggunaan dompet digital. Di sisi lain, kemudahan tersebut mendorong meningkatnya gaya hidup konsumtif di kalangan remaja, terutama siswa sekolah menengah kejuruan (SMK). Remaja cenderung melakukan pembelian impulsif tanpa perencanaan keuangan yang matang, sehingga berpotensi menimbulkan masalah finansial di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa SMKN 6 Jakarta mengenai pentingnya menghindari gaya hidup konsumtif di era digital melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pelaksanaan berupa seminar edukatif, diskusi interaktif, studi kasus, simulasi pengelolaan uang saku, dan evaluasi pemahaman peserta. Kegiatan dilaksanakan pada November 2025 dengan melibatkan 70 siswa kelas X sebagai peserta. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa sekitar 75% siswa memiliki kecenderungan perilaku konsumtif yang dipengaruhi oleh media sosial dan promosi digital. Setelah pelaksanaan kegiatan, hasil evaluasi menunjukkan bahwa 85% siswa mampu memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, 88% siswa mampu mengidentifikasi bentuk perilaku konsumtif dalam kehidupan sehari-hari, dan 80% siswa menyatakan komitmen untuk mengelola uang saku secara lebih bijak. Dengan demikian, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi keuangan siswa dan membentuk kesadaran untuk menghindari gaya hidup konsumtif di era digital.
Copyrights © 2025