Rehabilitasi rahang atas yang edentulus yang berkontak dengan gigi rahang bawah alami menimbulkan tantangan prostodontik unik akibat distribusi beban yang tidak merata. Jika tidak dikelola dengan baik, ketidakseimbangan biomekanik ini dapat menyebabkan Sindrom Kelly. Seorang wanita berusia 55 tahun datang ke Rumah Sakit Gigi Universitas Hasanuddin dengan keluhan utama sulit mengunyah dan penurunan kepercayaan diri akibat kehilangan banyak gigi tetapi belum pernah menggunakan gigi tiruan. Pemeriksaan intraoral, RA edentulus totalis dan kehilangan gigi posterior pada RB, tersisa 33, 32, 31, 41, 42, 43. Tulang alveolar RB bagian posterior relatif datar, dan pembesaran tuberositas maksila Pasien tidak melaporkan penyakit sistemik yang relevan. Pasien mencari rehabilitasi prostetik untuk memulihkan fungsi mengunyah dan meningkatkan estetika. Disimpulkan bahwa kombinasi kerangka logam, cetakan fungsional melalui teknik cetakan yang dimodifikasi, dan oklusi lingual yang dirancang dengan cermat secara bersama-sama memberikan dukungan jaringan optimal, stabilitas, dan distribusi beban, serta pencegahan terhadap perkembangan Sindrom Kelly.
Copyrights © 2025