Pre-surgical nasoalveolar molding (PNAM) telah diterapkan untuk membentuk ulang struktur hidung yang terbelah, memudahkan intervensi bedah, dan mengurangi keparahan serta tegangan pada celah. Artikel ini memaparkan tiga kasus penderita celah bibir dan lelangit unilateral (UCLP) yang menjalani PNAM sebelum operasi, yang beragam kasus celah dan karakteristik pasien, yang membantu dalam pengelolaan celah hidung dan hasilnya berbasis bukti yang lebih kuat. Tantangan utama dalam terapi PNAM adalah memastikan kepatuhan pasien dan pengasuh keluarga terhadap pengobatan, mengingat pasien muda harus beradaptasi dengan pemasangan dan aktivasi perangkat. Pengawasan juga memerlukan kunjungan rutin dan berulang yang dapat memakan waktu dan menimbulkan tekanan psikologis akibat menyaksikan adaptasi pasien terhadap pemasangan. Disimpulkan bahwa perawatan PNAM mengurangi lebar celah alveolar. Perawatan ini meningkatkan simetri hidung dengan mengubah sudut kolumela, mempertahankan lebar alar, memperpanjang tinggi lubang hidung pada sisi yang terkena, dan meningkatkan panjang kolumela. Kerjasama antara pasien, pengasuh keluarga, dan tim medis sangat penting untuk hasil yang lebih baik.
Copyrights © 2025