Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja ekonomi, pembangunan manusia, dan ketimpangan distribusi pendapatan guna mengklasifikasikan kabupaten dan kota ke dalam tipologi pembangunan terbaik dan terburuk di Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa pertumbuhan ekonomi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan koefisien Gini yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) selama periode 2020–2024. Metode analisis yang digunakan adalah tipologi Klassen dengan tiga pendekatan perbandingan, yaitu antara pertumbuhan ekonomi dan PDRB per kapita, IPM dan PDRB per kapita, serta IPM dan koefisien Gini. Hasil tipologi selanjutnya dipetakan untuk menentukan klasifikasi pembangunan masing-masing daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Medan merupakan satu-satunya kota yang tergolong sebagai daerah dengan kinerja terbaik di antara delapan kota di Sumatera Utara. Sebaliknya, Kabupaten Humbang Hasundutan, Nias, Nias Selatan, Nias Barat, dan Nias Utara dikategorikan sebagai daerah dengan kinerja terburuk. Temuan ini memberikan informasi penting bagi para pengambil kebijakan, khususnya pemerintah daerah di kabupaten tertinggal, sebagai dasar untuk mengevaluasi strategi pembangunan yang ada dan merumuskan kebijakan pembangunan daerah yang lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan
Copyrights © 2026