Karya tugas akhir berjudul Fanatisme dalam Fotografi Konseptual dilatarbelakangi oleh fenomena keterikatan emosional berlebihan terhadap figur publik dalam budaya digital, khususnya di kalangan generasi muda. Fanatisme yang berawal dari kekaguman kerap berkembang menjadi obsesi yang berdampak pada kondisi psikologis, pembentukan identitas, dan relasi sosial individu. Penciptaan karya ini bertujuan memvisualisasikan perkembangan fanatisme melalui empat fase, yaitu ketertarikan awal, penguatan keterikatan emosional, puncak fanatisme, serta fase dampak dan kesadaran, sekaligus mengajak penonton merefleksikan batas antara kekaguman yang sehat dan keterikatan yang merugikan. Metode penciptaan meliputi observasi, wawancara, eksperimen visual, dan eksplorasi konsep dengan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce sebagai landasan pembacaan tanda visual. Proses perwujudan dilakukan melalui fotografi konseptual dan pengolahan digital (digital imaging). Hasil penciptaan berupa 20 karya foto berukuran 40 × 60 cm yang dicetak menggunakan photo paper laminating doff dan disajikan dalam ruang pameran. Kesimpulannya, fotografi konseptual efektif sebagai medium ekspresi dan kritik sosial dalam merepresentasikan fanatisme budaya digital. Keywords: Fotografi konseptual, Fanatisme, Psikologis, Semiotika, Simbolisme.
Copyrights © 2026