Berkala Arkeologi SANGKHAKALA
Vol 17 No 2 (2014)

Situs Padang candi Sebagai “Mandala” di Masa Śriwijaya

Eka Asih P. Taim (Pusat Arkeologi Nasional)



Article Info

Publish Date
05 Jan 2018

Abstract

AbstractLocated at the delta of Batang Kuantan river in Kuantan Sengingi, Riau, Padang Candi has indicated traces of the past Śrīwijaya Hindu-Biddha cultures through a series of researches from 2010 to 2013. A number of researches on Śrīwijayan Buddhism theories and concepts, the findings of golden inscription plates with Buddhism mantra along with the discovery location at the site, and other archaeological findings have strongly suggested the site of being not only Buddha Mahāyāna sanctuary, but also as a Ma ṇḍ ala, a settlement of priests community.AbstrakPadang Caṇḍi merupakan sebuah situs arkeologi yang terletak di hulu Sungai/Batang Kuantan, Kuantan Sengingi, Riau. Dari hasil penelitian sejak tahun 2010 hingga 2013 situs ini mengindikasikan adanya jejak kegiatan masa lalu di masa pengaruh kebudayaan Hindu Buddha khususnya di masa Śrīwijaya. Melalui telaah teori dan konsep dalam keagamaan Buddha masa Śrīwijaya, adanya temuan lempengan prasasti emas bertuliskan mantra Buddha dan komposisi letak temuan di area situs, sertaberbagai temuan-temuan arkeologi lainnya, memberikan dugaan kuat bahwa situs ini tidak saja sebagai sebuah tempat suci agama Buddha Mahāyāna, tetapi juga berfungsi sebagai Maṇḍala yaitu permukiman komunitas agamawan/pandhita.

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

SBA

Publisher

Subject

Arts Humanities

Description

"SANGKHAKALA" refers to the shell horns that blown regularly to convey certain messages. In accordance with the meaning, this journal expected to become an instrument in the dissemination of archaeological information to the public which is published on an ongoing basis. Berkala Arkeologi ...