Studi ini berupaya menyelidiki hubungan kausal antara intensitas modal, persistensi laba, dan growth opportunity terhadap prudence, dengan analyst coveage sebagai faktor moderasi dalam perusahaan LQ45 di tengah ketidakpastian global yang berlaku. Dengan mengadopsi desain asosiatif kuantitatif, dan menggunakan data sekunder yang diambil dari laporan keuangan tahunan bersama dengan informasi analyst coveage yang diperoleh dari basis data keuangan terkemuka, penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel jenuh dan menganalisis data melalui Partial Least Squares (PLS) menggunakan SmartPLS. Temuan menunjukkan bahwa analyst coveage memberikan pengaruh negatif yang signifikan terhadap prudence, sedangkan growth opportunity dan intensitas modal menunjukkan pengaruh positif yang signifikan. Selain itu, efek moderasi ketiga ditemukan mengurangi konservatisme; sebaliknya, persistensi laba, serta efek moderasi pertama dan kedua, menjadi tidak signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa pengawasan eksternal dan atribut internal perusahaan sangat penting dalam membentuk prudence. Keunikan penelitian ini terletak pada penggabungan analyst coveage sebagai elemen moderasi dalam hubungan antara fundamental perusahaan dan prudence dalam konteks pasar modal Indonesia.
Copyrights © 2026