Digitalisasi memberi peluang besar bagi UMKM, khususnya sektor makanan dan minuman yang paling adaptif dalam pemanfaatan teknologi digital. Salah satu kuliner tradisional Indonesia yang menghadapi tantangan sekaligus peluang dalam era digital adalah bubur ayam khas Banjar. Meskipun telah dipasarkan melalui media sosial dan layanan pesan-antar daring, strategi promosi yang digunakan para pelaku usaha masih tergolong sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh promosi online terhadap niat pemesanan bubur ayam Banjar secara daring, serta menguji peran mediasi skeptisisme konsumen dan perilaku berbagi informasi online. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dengan instrumen kuesioner Likert 1-5 terhadap 300 responden Generasi Z di Kota Banjarmasin yang aktif menggunakan media sosial dipilih menggunakan purposive sampling. Data dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi online berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat pemesanan online, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui penurunan tingkat skeptisisme dan peningkatan perilaku berbagi informasi. Sebaliknya, skeptisisme konsumen berpengaruh negatif terhadap berbagi informasi dan niat pemesanan. Temuan ini menegaskan bahwa kredibilitas, transparansi, dan interaksi sosial dalam promosi digital merupakan faktor utama dalam membentuk niat pembelian Generasi Z terhadap kuliner tradisional di era digital.
Copyrights © 2026