Transformasi digital dan efisiensi sumber daya manusia di PT PLN (Persero) berdampak pada meningkatnya beban kerja pegawai generalis di Kabupaten Buleleng, yang harus mengawasi pelayanan pelanggan di luar jam kerja normal. Kondisi ini berpotensi mengganggu keseimbangan kehidupan kerja (worklife balance) dan menimbulkan ketidakpastian dalam pengembangan karier, yang pada akhirnya dapat memengaruhi kepuasan kerja pegawai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh worklife balance dan pengembangan karier terhadap kepuasan pegawai generalis PT PLN (Persero) di Kabupaten Buleleng yang dilakukan secara parsial maupun simultan. Metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah pegawai generalis di di Kabupaten Buleleng sebanyak 30 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan hasil observasi dokumen serta pegawai generalis. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa: (1). Worklife balance berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pegawai generalis. (2) Pengembangan karier berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan pegawai generalis. (3) Worklife balance (X1) dan pengembangan karier (X2), dan secara simultan memiliki pengaruh terhadap kepuasan pegawai generalis (Y). Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa worklife balance dan pengembangan karier secara parsial maupun simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan dan pegawai generalis PT PLN (Persero) di Kabupaten Buleleng.
Copyrights © 2026