Peralihan antibiotik intravena ke oral dapat meningkatkan efisiensi perawatan, mempercepat pemulangan pasien, serta menurunkan biaya dan risiko komplikasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan konversi antibiotik pada pasien demam tifoid di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto selama tahun 2023 serta menganalisis potensi penghematan biayanya. Studi retrospektif dilakukan pada 201 pasien dewasa dengan total sampling. Hubungan antara karakteristik pasien dan pelaksanaan konversi dianalisis menggunakan Chi-Square, sedangkan analisis biaya dihitung berdasarkan selisih harga antibiotik intravena dan oral. Hasil menunjukkan hanya 3 pasien (7,14%) yang mendapatkan konversi, meskipun 31 pasien (79,5%) memenuhi kriteria klinis. Tidak terdapat hubungan signifikan antara karakteristik pasien dan konversi (p0,05). Konversi berpotensi menghasilkan penghematan biaya sebesar 35,1%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan konversi antibiotik masih rendah meskipun memberikan manfaat ekonomi yang penting.
Copyrights © 2026