Pasak Bumi (Eurycoma longifolia) merupakan tanaman herbal yang mengandung senyawa bioaktif, seperti quassinoid, alkaloid, flavonoid, dan triterpenoid yang berperan sebagai tonik dan antioksidan. Fermentasi keadaan padat (SSF) dengan Aspergillus spp. digunakan untuk meningkatkan kualitas ekstrak melalui penurunan senyawa pahit serta peningkatan fenolik bebas dan aktivitas antioksidan, sehingga ekstrak terfermentasi memiliki bioavailabilitas yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi konsentrasi gelatin sebagai bahan pengikat terhadap sifat fisik granul dan tablet ekstrak Pasak Bumi terfermentasi. Granul diproduksi dengan metode granulasi basah dan dievaluasi berdasarkan waktu alir, sudut diam, indeks pengetapan, kadar air, serta distribusi ukuran partikel. Tablet yang dihasilkan diuji meliputi keseragaman bobot, ukuran, kekerasan, kerapuhan, dan waktu hancur. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi gelatin memperbaiki kompresibilitas granul, namun sedikit menurunkan sifat alir. Kadar air pada formula masih berada di atas rentang ideal, tetapi granul tetap dapat dikompresi menjadi tablet. Evaluasi tablet menunjukkan seluruh formula memenuhi persyaratan keseragaman bobot dan ukuran, namun nilai kerapuhan masih melebihi batas 1%, sehingga tablet cenderung rapuh. Secara keseluruhan, konsentrasi gelatin memengaruhi sifat fisik granul dan tablet, namun rentang konsentrasi yang digunakan belum menghasilkan tablet dengan kekuatan mekanik optimal. Optimasi konsentrasi gelatin diperlukan untuk menghasilkan tablet ekstrak Pasak Bumi terfermentasi yang stabil dan memenuhi standar mutu.
Copyrights © 2026