Penggunaan kontrasepsi hormonal merupakan salah satu metode keluarga berencana yang banyak dipilih masyarakat Indonesia, namun masih terdapat kendala dalam hal pemahaman dan kepatuhan penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat serta menganalisis hubungan keduanya dalam penggunaan kontrasepsi hormonal di Dusun Wringin Kurung, Gresik. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik dan metode cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 168 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan perilaku yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil  penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki pengetahuan pada kategori cukup (42,86%) dan perilaku pada kategori cukup (74,40%). Analisis bivariat menggunakan uji Spearman’s rho memperoleh nilai r = 0,098 yang menunjukkan hubungan sangat lemah, serta nilai p-value = 0,206 (p 0,05) yang menandakan tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan perilaku penggunaan kontrasepsi hormonal. Disimpulkan bahwa meskipun peningkatan pengetahuan berpotensi mendorong perilaku penggunaan kontrasepsi hormonal yang tepat, pada penelitian ini pengetahuan tidak terbukti berhubungan dengan perilaku. Oleh karena itu, disarankan adanya peningkatan edukasi kesehatan reproduksi untuk mendukung keberhasilan program keluarga berencana.
Copyrights © 2026