ABSTRAK Permasalahan perilaku seks bebas pada remaja di Provinsi Banten khususnya Kota Cilegon semakin mengkhawatirkan, termasuk di lingkungan siswa SMK Muhammadiyah Cilegon. Rendahnya pemahaman mengenai risiko seks bebas, kurang tersedianya media edukasi menarik, serta minimnya integrasi nilai keislaman menjadi faktor yang melatarbelakangi dilaksanakannya program pengabdian masyarakat ini. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi risiko seks bebas melalui pemanfaatan buku saku digital berbasis nilai keislaman yang diberikan kepada 52 siswa kelas X dan XI. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi interaktif, pembagian buku saku digital, serta evaluasi pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pengetahuan siswa meningkat dari 55,6 pada pretest menjadi 72,6 pada posttest. Analisis uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -3.524 dengan p-value 0.000 (p 0.05), yang menandakan terdapat perbedaan signifikan dan seluruh peserta mengalami peningkatan pengetahuan (positive ranks = 52). Temuan ini membuktikan bahwa media buku saku digital efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai risiko perilaku seks bebas. Selain aspek kognitif, media ini juga menanamkan nilai religius berdasarkan QS. Al-Isra ayat 32 sebagai upaya penguatan moral dan karakter remaja sesuai prinsip pendidikan Muhammadiyah. Dengan demikian, pemanfaatan buku saku digital layak dikembangkan sebagai media edukasi kesehatan reproduksi remaja berbasis nilai keislaman, serta direkomendasikan untuk diterapkan dalam program PIK-R di sekolah-sekolah lainnya. Luaran dari hasil pengabdian ini akan diterbitkan pada Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), video dokumentasi kegiatan pada media social dan buku saku. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar sekolah dan PIK-R menjadikan buku saku digital sebagai media edukasi berkelanjutan, mengintegrasikannya dalam kegiatan konseling remaja, serta mengembangkan konten lanjutan berbasis isu kesehatan reproduksi lainnya untuk memperluas dampak program. Kata Kunci: Seks Bebas, Literasi Digital, Buku Saku ABSTRACT The issue of free-sex behavior among adolescents in Banten Province, particularly in Cilegon City, has become increasingly alarming, including among students of SMK Muhammadiyah Cilegon. The low level of understanding regarding the risks of free sex, the lack of attractive educational media, and the minimal integration of Islamic values are factors underlying the implementation of this community service program. This activity aims to improve literacy on the risks of free sex through the use of an Islamic value–based digital pocketbook provided to 52 students in grades X and XI. The implementation methods included interactive socialization sessions, distribution of the digital pocketbook, and pretest–posttest evaluations. The results showed that the students’ average knowledge score increased from 55.6 on the pretest to 72.6 on the posttest. The Wilcoxon test analysis indicated a Z-value of -3.524 with a p-value of 0.000 (p 0.05), demonstrating a significant difference and confirming that all participants experienced an improvement in knowledge (positive ranks = 52). These findings prove that the digital pocketbook is effective in enhancing students’ understanding of the risks associated with free-sex behavior. Beyond cognitive improvement, this media also integrates religious values based on QS. Al-Isra verse 32 as a form of moral and character reinforcement in adolescents, in line with Muhammadiyah educational principles. Therefore, the digital pocketbook is recommended as a viable Islamic value–based reproductive health education tool for adolescents and is suggested for adoption within PIK-R programs in other schools. The outputs of this community service activity will include publication in the Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), a documentation video on social media, and the digital pocketbook itself. Based on these results, it is recommended that schools and PIK-R utilize the digital pocketbook as a sustainable educational medium, integrate it into adolescent counseling activities, and develop further content addressing other reproductive health issues to expand the impact of the program. Keywords: Free Sex, Digital Literacy, Pocketbook
Copyrights © 2026