Penurunan kontribusi sektor tekstil dan garmen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dalam satu dekade terakhir, yang diperparah oleh meningkatnya tekanan persaingan akibat liberalisasi impor, meningkatkan risiko financial distress pada perusahaan di sektor ini. Kondisi tersebut menuntut adanya deteksi dini berbasis indikator keuangan yang relevan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh current ratio, return on assets, arus kas operasi, dan firm size terhadap financial distress pada perusahaan tekstil dan garmen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model regresi linear berganda terhadap data perusahaan pada periode pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa current ratio, return on assets, dan firm size berpengaruh signifikan terhadap financial distress, sedangkan arus kas operasi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa aspek likuiditas, profitabilitas, dan skala perusahaan memiliki peran penting dalam memprediksi potensi financial distress. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah bahwa manajemen perusahaan tekstil dan garmen dapat memanfaatkan indikator-indikator tersebut sebagai dasar evaluasi kesehatan keuangan dan perumusan strategi preventif untuk menjaga keberlanjutan usaha di tengah dinamika persaingan industri.
Copyrights © 2025