Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh fasilitas kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai pada UPT Puskesmas Lempo. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian terdiri dari 47 pegawai dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel jenuh (sensus). Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner tertutup. Analisis data meliputi uji instrumen (validitas dan reliabilitas), uji asumsi klasik, dan analisis regresi linier berganda untuk menguji hipotesis yang diajukan. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (nilai sig. 0,005 < 0,05). Demikian pula, motivasi kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (nilai sig. 0,033 < 0,05). Secara keseluruhan, fasilitas kerja dan motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai baik secara parsial maupun simultan pada UPT Puskesmas Lempo. Keterbatasan penelitian – Penelitian ini terbatas pada ruang lingkup satu pusat kesehatan masyarakat (UPT Puskesmas Lempo) dengan jumlah sampel yang relatif kecil, yaitu 47 responden, sehingga hasil penelitian ini mungkin tidak dapat digeneralisasi secara luas untuk institusi kesehatan yang lebih besar. Implikasi – Secara praktis, temuan ini menyarankan agar manajemen UPT Puskesmas Lempo memprioritaskan perbaikan fasilitas kerja dan menjaga motivasi kerja tetap tinggi untuk mengoptimalkan kinerja pegawai. Secara teoritis, penelitian ini memperkuat teori manajemen sumber daya manusia, khususnya mengenai pentingnya dukungan fisik dan dorongan psikologis dalam lingkungan pelayanan publik. Kebaruan – Originalitas penelitian ini terletak pada fokus spesifik integrasi antara fasilitas kerja dan motivasi dalam konteks Puskesmas daerah, yang memberikan bukti empiris mengenai bagaimana kedua faktor tersebut berdampak langsung pada kualitas layanan kesehatan masyarakat.
Copyrights © 2026