Pada tahun 2019, Pelabuhan Perikanan Sorong resmi naik kelas menjadi pelabuhan perikanan pantai dengan peningkatan kapasitas dari 15 unit kapal berukuran 5 GT menjadi 30 unit kapal berukuran 10 GT serta kapasitas bongkar muat ikan dari <0,5 ton/hari menjadi 0,5–5 ton/hari. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu dampak ekonomi kenaikan kelas Pelabuhan Perikanan Pantai Sorong terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar. Metode yang digunakan meliputi analisis deskriptif dan analisis multiplier untuk membandingkan kondisi sebelum dan setelah kenaikan kelas pelabuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan nelayan di semua kelompok meningkat setelah kenaikan kelas pelabuhan. Pemilik kapal mengalami kenaikan pendapatan rata-rata per bulan dari Rp10,482 juta menjadi Rp12,086 juta, nelayan sewa dari Rp4,1 juta menjadi Rp4,442 juta, dan kru kapal dari Rp3,269 juta menjadi Rp4,009 juta. Total produksi ikan mencapai 5.079.149 kg dengan nilai tangkap sebesar Rp277,403 miliar pada tahun 2022. Jenis ikan dengan nilai tangkap tertinggi adalah Tiger sebesar Rp110,287 miliar. Analisis multiplier menunjukkan peningkatan nilai Multiplier Type I dari 1,436 menjadi 1,447 dan Multiplier Type II dari 1,522 menjadi 1,563. Peningkatan ini mencerminkan dampak ekonomi yang semakin luas, baik secara langsung, tidak langsung, maupun melalui induksi.
Copyrights © 2025