Penelitian ini menganalisis representasi perempuan dengan sifat feminin dan maskulin pada akun Instagram @indonesiafeminis, serta bagaimana representasi ini mendobrak batasan gender tradisional. Menggunakan metode kualitatif interpretatif dengan analisis semiotika Roland Barthes (denotasi, konotasi, dan mitos), serta didukung oleh kerangka Moser, teori androgini, dan teori feminisme, penelitian ini mengidentifikasi lima konten unggahan pilihan. Hasil analisis menunjukkan bahwa akun @indonesiafeminis secara aktif mendekonstruksi stereotip gender dengan menampilkan perempuan dalam kombinasi sifat feminin seperti kelembutan dan perhatian dan maskulin seperti kekuatan, kemandirian, dan kepemimpinan. Representasi ini menyoroti dalam politik dan ruang publik, serta menjadi agen perubahan sosial. Akun ini juga secara implisit dan eksplisit mengangkat isu-isu kebutuhan praktis dan strategis gender, seperti beban ganda perempuan dan pentingnya kesetaraan upah serta kontrol atas tubuh. Dengan demikian, @indonesiafeminis tidak hanya merayakan kekuatan dan potensi perempuan yang beragam, tetapi juga berfungsi sebagai arena perlawanan sosial penting untuk mewujudkan kesetaraan gender dan menantang konstruksi gender biner yang membatasi.
Copyrights © 2025