Pendahuluan: Indonesia merupakan negara kepulauan dan seluruh masyarakat tersebar pada seluruh pulau, sehingga adanya masyarakat yang kesulitan dalam menjangkau fasilitas kesehatan ataupun untuk mendapatkan informasi mengenai kesehatan. Hal ini berdampak pada sulitnya mendeteksi penyakit-penyakit tidak menular (Non-communicable Disease (NCDs)) walaupun sudah cukup lama diderita oleh pasien. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pencegahan dan mengurangi risiko keparahan penyakit yang ada pada masyarakat Metode: Skrining kesehatan dan pendidikan kesehatan dengan mendatangi keluarga yang berisiko atau at the door-step method dilaksanakan pada daerah pulau terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Filipina. Peserta ialah masyarakat yang bermukim di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara. Hasil: Hasil skrining menunjukkan dari 40 peserta pengabdian pada masyarakat 57,5 % mengalami risiko asam urat, sedangkan untuk kadar gula darah sewaktu (GDS) sebanyak 17,5 % dan hipertensi sebanyak 25%. Setelah diberikan pendidikan kesehatan menunjukkan 100% peserta mengalami peningkatan pengetahuan. Kesimpulan: Skrining yang dilakukan mendeteksi mayoritas peserta berisiko terhadap NCDs, dan adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikan penyuluhan. Kerjasama lintas sektor perlu dilakukan untuk menanggulangi masalah kesehatan.
Copyrights © 2026