Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan implementasi perubahan jabatan fungsional pada instansi terkait, untuk mengidentifikasi dan menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi kinerja pegawai pasca perubahan jabatan fungsional, serta untuk mengevaluasi dan menjelaskan dampak perubahan jabatan fungsional terhadap kinerja pegawai. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Penelitian ini akan dilaksanakan di Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB Kab. Nunukan. Penelitian dilakukan pada tanggal Maret – Juni 2025. Adapun pelaksanaan wawancara mendalam dilakukan selama dua hari, yaitu pada tanggal 9 sampai dengan 10 Mei 2025, dengan informan yang berjumlah 9 orang yang didasarkan pada keterlibatan langsung mereka dalam implementasi perubahan jabatan fungsional, baik sebagai pengambil kebijakan, pelaksana kebijakan, maupun pegawai yang mengalami perubahan jabatan tersebut. teknik pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses implementasi berlangsung tidak merata, dengan sebagian pegawai mengalami transisi mendadak tanpa persiapan memadai, sementara lainnya melalui tahapan yang lebih terstruktur. Faktor yang memengaruhi kinerja pasca-perubahan meliputi kesesuaian kompetensi, beban kerja, dukungan pimpinan, dan pemahaman terhadap sistem angka kredit. Dampak yang muncul bervariasi, mulai dari peningkatan produktivitas hingga stres kerja dan ketidakjelasan tugas. Selain itu, keterbatasan pelatihan serta dukungan administratif juga menjadi
Copyrights © 2025