Industri manufaktur F&B (food and beverage) menempati posisis strategis di struktur perekonomian Indonesia dengan karakteristik yang tahan terhadap krisis ekonomi. Kajian ini bertujuan mengevaluasi dampak beban operasional dan beban bunga terhadap perolehan keuntungan bersih entitas manufaktur F&B yang tercatat di BEI. Adapun pendekatan dalam studi ini bersifat kuantitatif menggunakan metode analisis data regresi linier berganda. Untuk penentuan sampelnya melalui Teknik purposive menghasilkan 51 observasi. Analisis data empiris mengungkap dimana beban operasional berkontribusi positif yang signifikan pada laba bersih (koefisien = 0,796; p < 0,001), sebaliknya beban bunga tidak menunjukkan dampak signifikan (koefisien = 0,009; p = 0,841). Kedua variabel tersebut secara simultan menjelaskan 45,2 % variasi dalam laba bersih (R² = 0,452; uji F p < 0,001), membuktikan kecocokan model secara statistik. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengelolaan biaya operasional yang tepat dapat meningkatkan profitabilitas, sementara pembiayaan melalui utang tidak memberikan pengaruh yang berarti. Temuan dari studi ini mampu menawarkan wawasan yang mendalam kepada manajemen agar dapat mengoptimalkan strategi pada pengelolaan biaya operasional perusahaan sebagai langkah untuk meningkatkan kinerja keuangan.
Copyrights © 2026