Harga bawang merah dan bawang putih di Pasar Junjung Buih, Sintang, sering berfluktuasi tajam karena pasokan berasal dari Jawa dan bawang merah mudah rusak selama perjalanan sehingga kualitas menurun dan banyak yang terbuang. Kondisi ini membuat harga sering melonjak, seperti pada Juli 2022 ketika harga bawang merah mencapai Rp70.200,00. Ketidakstabilan harga tersebut menimbulkan masalah bagi masyarakat dan pedagang, terutama dalam perencanaan kebutuhan dan keberlanjutan usaha. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola historis serta meramalkan harga kedua komoditas menggunakan metode VARIMA, yang mampu menangani dua variabel deret waktu secara simultan. Data yang digunakan adalah harga bulanan periode Januari 2021 – Desember 2024. Proses analisis meliputi statistik deskriptif, uji stasioneritas ADF, identifikasi orde model menggunakan MACF dan MPACF kemudian, estimasi parameter, uji white noise, uji normalitas, peramalan, dan evaluasi akurasi menggunakan MAPE. Model terbaik yang diperoleh adalah VARIMA(3,1,0). Peramalan lima bulan ke depan menunjukkan harga bawang putih dan harga bawang merah yang mengalami kenaikan dan penurunan secara acak. Evaluasi akurasi menghasilkan MAPE insample 8,98% (bawang putih) dan 19,54% (bawang merah), serta MAPE outsample 4,84% (bawang putih) dan 8,02% (bawang merah), yang termasuk kategori sangat baik.
Copyrights © 2025