Shallots (Allium cepa L.) is one of the world's main cooking spices originating from Iran, Pakistan and the mountains and then spreading to various corners of the world. This research began from April to June 2024 at the Integrated Farming System Education Garden, Faculty of Agriculture, Bosowa University in Bontoramba Village, Palangga, Gowa Regency, South Sulawesi. The aim of this research was to determine the best response to the application of various doses of arbuscular mycorrhizal fungi. This research used a Randomized Group Design (RAK) with five treatments and three replications. The treatment tried was the application of arbuscular mycorrhizal fungi consisting of (3 g/plant), (6 g/plant), (9 g/plant), (12 g/plant), and (15 g/plant). Each treatment was repeated three times so that 15 trials were obtained. Each experiment used 6 plants, so there were a total of 90 plants in the experiment. The results of this study showed that the best response to arbuscular mycorrhizal fungi was at a dose of M5 (15 g/plant) which gave better results in the growth and production of shallot plants. Bawang merah (Allium cepa L.) Merupakan salah satu bumbu masak utama dunia yang berasal dari Iran, Pakistan, dan pegunungan-pegunungan yang kemudian menyebar ke berbagai penjuru dunia. Penelitian ini dimulai pada bulan April sampai Juni 2024 di Kebun Pendidikan Integrateed Farming System Fakultas Pertanian Universitas Bosowa di Desa Bontoramba, Palangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui respon terbaik pada aplikasi berbagai dosis cendawan mikoriza arbuskula. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah aplikasi cendawan mikoriza arbuskula yang terdiri dari (3 g/tanaman), (6 g/tanaman), (9 g/tanaman), (12 g/tanaman), dan (15 g/tanaman). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga di peroleh 15 percobaan. Tiap percobaan menggunakan 6 tanaman, sehingga total percobaan terdapat 90 tanaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa respon terbaik cendawan mikoriza arbuskula yaitu pada dosis M5 (15 g/tanaman) yang memberikan hasil yang lebih baik pada pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah.
Copyrights © 2026