Dalam proses penyaluran hibah alat dan mesin pertanian (Alsintan) di Dinas Ketahanan Pangan Dan Hortikultura sering kali tidak sejalan dengan kebutuhan spesifik petani di daerah tertentu, sehingga alat dan mesin disalurkan tidak dimanfaatkan secara maksimal dikarenakan belum adanya terkomputerisasi dan hanya menggunakan cara manual. Hal ini juga dapat mengurangi potensi konflik dan kecurangan dalam proses selesksi. Oleh karena, itu maka dibangun sistem cerdas yang bernama Sistem Pendukung Keputusan (SPK). Sistem ini nantinya akan menggunakan metode WASPAS sebagai metode perhitungan. Metode WASPAS merupakan metode yang menggunakan pembobotan untuk menyelesaikan prioritas dengan alternatif yang sesuai. Metode ini mendukung relevansi WASPAS sebagai metode yang efektif untuk mendukung keputusan dalam konteks distribusi hibah alat dan mesin pertanian. Hasil yang diperoleh adalah terciptanya sebuah sistem yang akan memberikan output (keluaran) berupa peringkat dari setiap alternatif mulai nilai tertinggi yaitu alternatif yang paling layak mendapatkan bantuan hingga alternatif dengan nilai yang paling rendah, hasil tersebut diharapkan dapat membantu pihak Dinas Ketahanan Pangan Dan Hortikultura dalam proses penyaluran hibah alat dan mesin pertanian (Alsintan) secara cepat, tepat dan efisien.
Copyrights © 2026