Masalah utama dalam penanganan skizofrenia di Indonesia adalah tingginya jumlah penderita dan terbatasnya jumlah psikiater, sehingga menyebabkan keterlambatan diagnosis dan pengobatan. Di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. M. Ildrem Medan, kasus skizofrenia terus meningkat, dengan tingkat kemunculan gejala yang tinggi akibat keterbatasan sumber daya dan waktu konsultasi psikiater yang terbatas. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini mengembangkan sebuah sistem pakar berbasis website yang menggunakan metode Teorema Bayes guna membantu proses diagnosis awal skizofrenia secara otomatis dan terstruktur. Sistem ini bekerja dengan menghitung probabilitas posterior berdasarkan data gejala dan riwayat pasien yang dimasukkan, sehingga menghasilkan diagnosis yang konsisten dan kuantitatif. Pengujian dilakukan menggunakan data periode Januari–Maret 2025 dengan lima kategori diagnosis sebagai hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu memberikan estimasi diagnosis awal dengan tingkat akurasi yang memadai, mempercepat proses skrining pasien, dan mendukung pengambilan keputusan oleh tenaga medis non-spesialis. Dengan demikian, sistem ini dapat menjadi solusi praktis dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan kesehatan jiwa.
Copyrights © 2025