Stunting merupakan salah satu masalah gizi masyarakat di Indonesia yang menggambarkan status gizi kurang yang bersifat kronis pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak seribu hari awal kehidupan, keadaan ini ditandai dengan tinggi badan anak lebih pendek dari teman-teman seusianya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima dari biskuit tulang ikan sehingga dapat digunakan sebagai makanan tambahan balita dan ibu hamil dalam upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan adalah pendekatan eksperimentatif dengan menggunakan desain uji one way anova. Uji organoleptik dilakukan dengan menggunakan uji Hedonic Scale Test yang melibatkan panelis agak terlatih sebanyak 24 orang, digunakan untuk mengukur tingkat penerimaan seseorang berupa rasa suka atau tidak terhadap tekstur, warna, aroma, dan rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung tulang ikan tuna akan mempengaruhi aroma, tekstur dan rasa dari biskuit. Formula terbaik dari biskuit tepung tulang ikan tuna yang diujikan yaitu biskuit dengan persentase penambahan tepung tulang ikan tuna sebanyak 15%
Copyrights © 2026