Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Robotika telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, terutama di dunia kerja. Di Indonesia, tren ini memicu beragam tanggapan publik melalui media sosial Twitter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen publik terhadap tren AI dan Robotika dalam dunia kerja di Indonesia dengan menggunakan metode Naïve Bayes. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 1.345 tweet relevan yang dikumpulkan selama periode 1 Januari hingga 1 April 2025 melalui teknik crawling berdasarkan kata kunci yang relevan. Data tersebut kemudian diproses melalui tahap preprocessing, pelabelan menggunakan pendekatan lexiconbased, pembobotan TF-IDF, serta penyeimbangan data dengan metode Synthetic Minority Oversampling Technique (SMOTE). Selanjutnya, data diklasifikasikan ke dalam dua kategori sentimen, yaitu positif dan negatif, menggunakan algoritma Multinomial Naïve Bayes. Hasil analisis terhadap 1.136 tweet bersih hasil preprocessing menunjukkan bahwa persepsi publik didominasi oleh sentimen negatif, dengan model memprediksi 259 tweet positif dan 877 tweet negatif. Akurasi pada data uji mencapai 82%, dengan precision 0,96 dan recall 0,81 untuk sentimen positif, serta precision 0,53 dan recall 0,87 untuk sentimen negatif. Nilai F1-score macro tercatat sebesar 0,77. Evaluasi lebih lanjut menggunakan Cross Validation Stratified 5-Fold menunjukkan peningkatan akurasi menjadi 91,52% dan F1-score macro sebesar 0,9146. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia masih cenderung resistensi terhadap tren AI dan Robotika dalam konteks dunia kerja. Selain itu, hasil penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan metode analisis sentimen berbasis media sosial di Indonesia, serta mendukung upaya transformasi teknologi dan perumusan kebijakan publik berbasis data yang lebih responsif dan sistematis.
Copyrights © 2025