Sistem kandang bertingkat semakin populer dalam industri peternakan ayam broiler karenaefisiensi penggunaan lahan dan kapasitas produksi yang lebih besar. Namun, perbedaan kondisi mikroklimat pada setiap tingkat lantai dapat mempengaruhi parameter lingkungan seperti suhu dan kelembaban yang berdampak pada performa dan mortalitas ayam. Masalah utama yang dihadapi peternak adalah tingginya variasi mortalitas antar lantai yang sulit diprediksi dan dikendalikan. Penelitian mengenai hubungan spesifik antara parameter lingkungan dengan mortalitas pada sistem kandang bertingkat masih terbatas, padahal informasi ini penting untuk optimalisasi manajemen pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara suhu, kelembaban, dengan bobot badan dan mortalitas ayam pedaging pada sistem kandang bertingkat tiga lantai. Metode penelitian eksperimental dengan materi 66000 ekor ayam broiler yang ditempatkan pada kandang bertingkat tiga lantai dengan 22000 ekor per lantai. Parameter yang diukur meliputi suhu, kelembaban, bobot badan, dan mortalitas harian. Data dianalisis menggunakan analisis regresi berganda dengan SPSS untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap mortalitas pada setiap lantai. Pengambilan data dilakukan selama periode pemeliharaan lengkap dengan pengukuran parameter lingkungan secara kontinu. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan tingkat mortalitas antar lantai, dengan lantai 2 memiliki mortalitas terendah (2,70%), lantai 1 sebesar (5,50) %, dan lantai 3 tertinggi (24,30%). Analisis regresi menunjukkan bahwa kelembaban berpengaruh signifikan terhadap mortalitas pada lantai 3 dengan koefisien determinasi tertinggi (24,3%). BB bervariasi ekstrem antar lantai, dengan lantai 3 mencapai 88 gram, lantai 2 sebesar 82,71 gram, dan lantai 1 sebesar 81,57-gram pada periods starter. Kesimpulannya sistem kandang bertingkat menunjukkan karakteristik mikroklimat yang berbeda pada setiap tingkat dengan implikasi yang signifikan terhadap mortalitas ayam broiler. Kelembaban merupakan faktor lingkungan yang paling konsisten mempengaruhi mortalitas, terutama pada lantai atas.
Copyrights © 2025