Partisipasi perempuan dalam politik dan pengambilan keputusan di Kabupaten Gunungkidul menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi keterlibatan perempuan di politik serta menganalisis kebijakan dan inisiatif yang telah dilakukan. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan analisis kritis terhadap data dan informasi dari berbagai sumber. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori partisipasi politik menurut Nimmon (dalam Miaz, 2012) dimana keterlibatan seseorang dalam partisipasi politik dipengaruhi oleh faktor peluang resmi, sumber daya sosial, dan motivasi personal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat peningkatan partisipasi perempuan dari tahun ke tahun, pencapaian kuota 30% perempuan di parlemen masih belum tercapai, dengan angka partisipasi hanya mencapai 24,44%. Tantangan utama meliputi stereotipe yang menganggap perempuan kurang kompeten, keterbatasan pendidikan, dan kendala finansial dalam kampanye. Strategi yang perlu dilakukan untuk meningkatkan partisipasi politik dan pengambilan keputusan antara lain peningkatan program edukasi dan pelatihan, kampanye penghapusan stereotip gender, kebijakan afirmasi finansial, serta sinergitas kerjasama dengan LSM dan organisasi perempuan. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan partisipasi perempuan akan terus meningkat dan mencapai kesetaraan gender yang diinginkan.
Copyrights © 2025