Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (ICTs) telah mengubah wajah pariwisata global, termasuk dalam pengelolaan kawasan konservasi. Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) sebagai salah satu destinasi ekowisata utama di Indonesia menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan ICTs untuk mendukung promosi, edukasi, serta pelestarian lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ICTs dalam pengelolaan TNUK dengan menekankan pada potensi, kendala, dan kontribusinya terhadap tata kelola pariwisata berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan ICTs di TNUK masih terbatas pada media promosi dan penyebaran informasi melalui media sosial, sementara penerapan sistem digital yang lebih komprehensif, seperti layanan reservasi daring, pemantauan satwa berbasis sensor, maupun aplikasi edukasi konservasi, belum berkembang optimal. Kendala utama meliputi keterbatasan infrastruktur jaringan, rendahnya literasi digital masyarakat lokal, dan belum adanya kebijakan terpadu mengenai penggunaan ICTs di kawasan konservasi. Simpulan penelitian menegaskan bahwa ICTs memiliki peran strategis dalam memperkuat pengelolaan TNUK tidak hanya untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga mendukung konservasi keanekaragaman hayati dan partisipasi masyarakat lokal.
Copyrights © 2025