Berkala Arkeologi SANGKHAKALA
Vol 17 No 2 (2014)

Arca Ganeśa dalam Sikap Swastikàsana

Nyoman Rema (Unknown)



Article Info

Publish Date
05 Jan 2018

Abstract

AbstractGanesha, often depicted as elephant-headed, is a deity worshipped by Ganapatya sect. This Ganapatya sect is known to have left statues as the cultural heritage. Such a heritage indicates Ganapatya’s popularity from its birth until today despite its unification to Ṥiwa Siddhanta sect in Bali. This research generally aims at identifying the Ganesha statue, which was discovered in Subak Bubunan, Sukawati, Gianyar, more specifically its shape, function, and philosophy. Started with library studies, the research continued with field observations for relevant data. The acquired data was then analyzed iconographically, presented through pictorial narrations, and ended with a conclusion. This research came to a conclusion that the Ganesha discovered was the swastikasana Ganesha that functions as a disaster repellent. It is an embodiment of a self harmony with the nature to achieve prosperity.AbstrakDewa Ganesha adalah dewa pujaan Sekte Ganapatya yang digambarkan sebagai manusia berkepala gajah. Sekte ini merupakan salah satu sekte yang banyak meninggalkan tinggalan budaya berupa arca. Hal ini sebagai indikasi bahwa sekte ini adalah salah satu sekte populer sejak kemunculannya sampai sekarang, meskipun telah tergabung ke dalam Sekte Ṥiwa Siddhanta di Bali. Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui identitas arca, dan secara khusus untuk mengetahui bentuk, fungsi, serta makna arca Ganesa di Subak Bubunan, Sukawati, Gianyar. Penelitian ini diawali dengan studi pustaka, kemudian dilanjutkan dengan melaksanakan observasi di lapangan dalam rangka untuk mendapatkan data yang relevan. Data dianalisis secara ikonografi kemudian disajikan secara naratif dilengkapi dengan gambar, kemudian diakhiri dengan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah penggambaran Ganesha dengan sikap swastikasana yang berfungsi untuk menolak malapetaka. Perwujudan Ganesha itu bermakna sebagai harmonisasi diri dengan alam untuk mencapai kesejahteraan.

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

SBA

Publisher

Subject

Arts Humanities

Description

"SANGKHAKALA" refers to the shell horns that blown regularly to convey certain messages. In accordance with the meaning, this journal expected to become an instrument in the dissemination of archaeological information to the public which is published on an ongoing basis. Berkala Arkeologi ...