Penelitian ini mengevaluasi apakah kebijakan make-or-buy untuk manajemen fasilitas (FM) meningkatkan kegunaan pengambilan keputusan dengan mengintegrasikan bukti finansial dan nonfinansial dalam satu kerangka. Objek penelitian mencakup layanan FM (kebersihan, keamanan, dan engineering) pada sebuah perguruan tinggi negeri (Politeknik XYZ) selama periode observasi terkini dengan basis data bulanan. Perbandingan biaya dilakukan melalui identifikasi biaya yang relevan untuk alternatif outsourcing dan insourcing. Sementara itu, manfaat non finansial dipakai dengan metode AHP dengan menggunakan kriteria kualitas, strategi, fleksibilitas, manajemen, dan teknologi. Keputusan dihasilkan dengan mengintegrasikan perbandingan biaya dan manfaat dalam analisis biaya manfaat dengan menggunakan rasio manfaat biaya (B/C). Hasil menunjukkan outsourcing menghasilkan B/C bulanan yang lebih tinggi dibandingkan insourcing, namun preferensi ini sensitif terhadap biaya.
Copyrights © 2025