Bayi prematur membutuhkan kondisi inkubator yang stabil, sehingga pemantauan parameter vital seperti suhu, kelembapan, detak jantung, saturasi oksigen, dan intensitas cahaya perlu dilakukan secara real-time untuk mencegah risiko kesehatan. Penelitian ini mengembangkan sistem monitoring inkubator berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan mikrokontroler ESP32 yang terhubung dengan sensor DHT22, MAX30100, dan LDR. Data yang diperoleh sensor dikirimkan secara nirkabel menuju aplikasi Blynk untuk memungkinkan pemantauan jarak jauh melalui smartphone. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu memberikan pembacaan suhu dengan error 0–1,64%, kelembapan 1,7–3,6%, detak jantung 0–1,6%, saturasi oksigen 0–1%, dan intensitas cahaya 0–3,7%. Waktu pengiriman data menuju Blynk berada pada kisaran 1,1–1,3 detik, tanpa ditemukan kegagalan pengiriman maupun gangguan koneksi selama pengujian berulang. Sistem juga berhasil memberikan notifikasi otomatis ketika parameter melampaui batas aman sesuai standar. Berdasarkan hasil tersebut, sistem monitoring inkubator bayi yang dikembangkan dapat bekerja secara akurat dan stabil, serta memenuhi kebutuhan pemantauan real-time pada prototipe inkubator bayi. Sistem ini dinilai layak digunakan sebagai perangkat pendukung yang meningkatkan kecepatan respons medis dan keamanan pemantauan inkubator.
Copyrights © 2025