Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai postur pekerja dan memberikan rekomendasi perbaikan sistem kerja dari proses persiapan, proses pengirisan dengan mesin, proses penggorengan dan pengemasan yang dilakukan operator pada UKM XYZ. Kegiatan tersebut masih menggunakan mesin tradisional dan peralatan sederhana sehingga operator melakukan aktivitas membungkuk yang cukup lama. Hal tersebut dapat menyebabkan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs). UKM XYZ bergerak di bidang olahan makanan ringan berbahan dasar singkong atau ubi kayu. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu mendokumentasikan postur operator yang dilakukan saat bekerja, mengetahui skor, level risiko dan level tindakan dengan metode RULA, REBA, OWAS dan QEC serta memberikan rekomendasi solusi terhadap risiko ergonomi pada pekerja. Penelitian ini akan membandingkan metode-metode tersebut, dengan mengevaluasi input, proses (metodologi) dan outputnya. Hasil penilaian menunjukkan bahwa dari kelima elemen kerja, nilai paling beresiko terjadi MSDs pada pekerja terdapat di elemen kerja ketiga (menggoreng). Dari keempat metode menunjukkan hasil action level 3 pada elemen kerja ketiga. Dengan kata lain pemeriksaan harus segera dilakukan dan perubahan harus dilakukan secepatnya untuk menghindari gangguan pada sistem otot-rangka karena pembebanan yang terus-menerus.
Copyrights © 2022