Abstract‘Verklaring’ is an official document serving as a proof of an activity, for instance a ‘Verklaring’related with a travel permit (now passport), or any other information documentations. ‘Verklaring’(prevailing at the Dutch East Indies colonization era in Nusantara) is expected to provide adescription of the then society. An old Dutch script, a collection of Tanjung Pinang City’s StateMuseum, Riau Island, and two privately-owned Dutch scripts are used to conduct an inductiveanalysis. The use of ‘Verklaring’ at the early 20 th century Dutch East Indies suggested two differentkinds of social movement or mobility, horizontal and vertical. In the course of mobility, there was asocial interaction of partnerships among individuals and groups in order to achieve a goal and anintention.AbstrakVerklaring merupakan dokumen resmi yang berfungsi sebagai tanda bukti untuk melakukansesuatu, misalnya verklaring yang berkaitan dengan perihal izin untuk bepergian (saat ini biasadisebut passport ), yang berkaitan dengan perihal surat keterangan baik maupun yang berkaitandengan hal-hal lainnya. Dengan adanya verklaring (yang ada di Nusantara pada masa Hindia-Belanda) diharapkan akan didapat gambaran tentang kehidupan masyarakat pada saat itu. Dalammenganalisis, digunakan penalaran induktif yang beranjak dari data primer berupa naskah Belandakoleksi Museum Negeri Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, dan data kedua berupa dua naskahBelanda yang merupakan koleksi pribadi. Keberadaan verklaring pada masa Hindia-Belanda padaawal abad ke-20 memperlihatkan adanya perpindahan atau mobilitas sosial yang berbeda, yaitumobilitas yang bersifat horizontal atau mendatar dan mobilitas yang bersifat vertikal ataunaik/menurun. Dalam melakukan mobilitas sosial tersebut terdapat adanya interaksi sosial yangberbentuk kerja sama antara individu dengan suatu kelompok sehingga maksud dan tujuannya bisatercapai.
Copyrights © 2012