Chi-qu Wedhang Gluduk merupakan inovasi minuman wedhang yang menambahkan cabai merah (Capsicum annuum L.) dalam minuman tersebut. Produk ini dibuat dan kembangkan di Desa Binangun, Kec. Binangun Kab, Blitar, Provinsi Jawa Timur yang merupakan salah satu produk pascapanen pada cabai merah yang dikeringkan. Akan tetapi, perlu perlakuan khusus untuk membuat cabai dapat dijadikan minuman dikarenakan rasanya yang cenderung pedas. Tujuan penelitian untuk membuktikan bahwa perlakuan awal pembuangan biji dan metode blanching pada cabai merah berpengaruh terhadap perubahan aroma, rasa, dan daya terima produk Chi-qu Wedhang Gluduk. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua perlakuan yaitu cabai merah tanpa perlakuan pembuangan biji dan menggunakan metode blanching (X1) dan cabai merah dengan pembuangan biji dan menggunakan metode blanching (X2) dan menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Pengamatan parametrik terdiri dari aroma, rasa, dan daya terima masyarakat. Analisis data penelitian yang digunakan adalah one way analisis of varians (ANOVA) 95% (α=0,95). Observasi yang digunakan yaitu kuesioner tertutup yang dibagikan kepada 50 panelis warga Desa Binangun, Kec. Binangun, Kab. Blitar, Jawa Timur. Hasil uji statistik wedhang dengan perlakuan pembuangan biji dan teknik blanching (X2) berpengaruh nyata dan signifikan (P<0,05) terhadap nilai kesukaan wedhang gluduk. Penelitian ini membuktian bahwa perlakuan tersebut berpengaruh terhadap perubahan aroma, rasa, dan daya terima Chi-qu Wedhang Gluduk.
Copyrights © 2024