Critical to Quality (CTQ) dalam konteks produksi pentol bakso sapi mengacu pada faktor terbaik yang mengukur unsur kualitas tinggi dan sesuai dengan ekspektasi pelanggan. Penelitian ini menggunakan 34 konsumen sebagai responden. Hasil penelitian ini menghasilkan nilai Critical to Quality (CTQ) terdapat 7 CTQ, yaitu; D1 (Kenyal), D2 (Pecah), D3 (Berurat), D4 (Warna), D5 (Gurih), D6 (Bergumpal) dan D7 (Aroma Amis). CTQ paling dominan pengaruhnya yaitu Persepsi konsumen terhadap D3 (Berurat) dapat dilihat bahwa nilai T-statistic bernilai sebesar 1,975 (>1,960). Persepsi konsumen terhadap D4 (Warna) dapat dilihat bahwa nilai T-statistic bernilai sebesar 1,996 (> 1,960). Dan Persepsi konsumen terhadap D5 (Gurih) dapat dilihat bahwa nilai Tstatistic bernilai sebesar 2,383 (> 1,960) sehingga dapat disimpulkan ketiga faktor tersebut memiliki pengaruh signifikan terhadap kesukaan konsumen terhadap pentol bakso sapi. Rekomendasi perbaikan kualitas berdasarkan hasil diagram pareto menyebutkan kecacatan tertinggi dengan CTQ mendekati 80%, maka perbaikan ditetapkan pada pentol pecah, aroma amis, kurang kenyal dan warna tidak merata.
Copyrights © 2024