Meskipun beras merah memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, pemanfaatan dan konsumsinya masih tergolong rendah. Menurut penelitian, mengonsumsi tepung mocaf sebanyak 40 gram sehari dapat membantu mengurangi lemak subkutan dan lemak antara organ-organ tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pilihan sarapan baru bagi para pelaku diet, serta mengembangkan jenis cereal baru yang menggunakan tepung mocaf sebagai pengganto tepung terigu. Dengan menggunakan metodologi penelitian kuantitatif dan teknik analisis data ANOVA satu arah, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan beras merah dan tepung mocaf pada pembuatan serealia diet berbahan baku beras merah dan tepung mocaf dengan komposisi 30:70, 40:60, dan 50:50 yang dievaluasi dari uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan uji Anova satu arah untuk daya terima, rasa, warna, aroma, tekstur, dan penerimaan. F tabel adalah 1,78. Bila F tabel rata-rata lebih kecil dibandingkan F hitung, maka H0 akan ditolak dan H1 diterima. Artinya, menurut hasil penelitian, terdapat pengaruh terhadap uji organoleptik rasa, warna, aroma, tekstur, dan daya terima ketika serealia beras merah digunakan sebagai pengganti tepung mocaf. Meskipun proses pembuatannya cukup rumit, pembuatan serealia dapat dianggap sederhana berdasarkan hasil studi dan analisis. Orang yang sedang diet menemukan bahwa beras merah dan tepung mocaf bermanfaat. Mereka juga memilih bubur yang memiliki campuran beras merah dan tepung mocaf dengan perbandingan 50:50.
Copyrights © 2024