Pewarnaan alami menjadi alternatif ramah lingkungan untuk menggantikan pewarna sintetis yang berpotensi mencemari lingkungan. Salah satu sumber pewarna alami yang dapat dimanfaatkan adalah daun jati (Tectona grandis) yang mengandung pigmen antosianin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu pencelupan dengan mordan tawas terhadap ketajaman dan ketahanan warna pada kain primisima. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen kuantitatif menggunakan desain Posttest Only Control Group Design. Sampel penelitian melibatkan 45 mahasiswa yang menilai hasil pewarnaan pada dua perlakuan waktu pencelupan, yaitu 40 menit dan 60 menit. Data diperoleh melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, serta uji beda (Independent T- Test) dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencelupan selama 60 menit menghasilkan warna yang lebih tajam dan tahan lama dibandingkan pencelupan 40 menit. Rata- rata skor hasil pewarnaan untuk 60 menit mencapai 42,84 (kategori sangat baik), sedangkan 40 menit sebesar 38,2 (kategori baik). Berdasarkan teori, semakin lama waktu pencelupan, semakin besar peluang zat warna terserap sempurna ke dalam serat kain, sehingga menghasilkan warna yang lebih tajam, stabil, dan tahan lama. Proses mordanting dengan tawas membantu membentuk ikatan kuat antara pigmen pewarna dan serat kain. Menurut pendapat saya, durasi pencelupan 60 menit merupakan waktu yang optimal karena pada waktu ini kain telah mencapai keseimbangan antara daya serap maksimal dan ketahanan warna yang baik, tanpa merusak kualitas serat kain. Dengan demikian, hipotesis alternatif (H₁) diterima dan hipotesis nol (H₀) ditolak.
Copyrights © 2025