Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial
Vol. 9 No. 1 (2025): April

The impact of the Paramisi phenomenon in Torajan culture on the weakening of the religiosity and economic life of Catholics in Simbuang-Mammpak

Patrio Tandiangga (Sekolah Tinggi Kateketik dan Pastoral Rantepao Toraja)
I Made Markus Suma (Sekolah Tinggi Kateketik dan Pastoral Rantepao Toraja)
Frans Fandy Palinoan (Sekolah Tinggi Kateketik dan Pastoral Rantepao Toraja)
Arwin Dama (Sekolah Tinggi Kateketik dan Pastoral Rantepao Toraja)
Riwandi Riwandi (Sekolah Tinggi Kateketik dan Pastoral Rantepao Toraja)



Article Info

Publish Date
30 Apr 2025

Abstract

The funeral rituals of the Toraja people frequently include a practice known as paramisi, commonly referred to as cockfighting. This study examines the impact of the paramisi phenomenon within Toraja culture on the religious lives of its adherents. Furthermore, this research aims to assess the contemporary relevance of maintaining paramisi tradition in daily life. A qualitative research methodology was employed, which is suitable for investigating the conditions of natural objects. Data were collected through interviews with 10 informants, including community leaders, government officials, religious leaders, individuals actively engaged in cockfighting, those who had ceased participation, and family members of the congregation or cockfighting participants. The findings of this study reveal that cockfighting exerts a negative influence on community life, particularly concerning the economic aspects and spiritual well-being of the congregation (religiosity). It is anticipated that this study will contribute to the discourse among congregational and pastoral practitioners by fostering awareness of the adverse effects associated with cockfighting.   Dalam proses pemakaman orang Toraja kerap dilaksanakan apa yang disebut dengan paramisi. Paramisi lebih sering dikenal secara umum dengan istilah sabung ayam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari fenomena Paramisi dalam budaya Toraja terhadap kehidupan religiusitas umat beragama. Selain itu penelitian ini juga ingin melihat sejauh mana tradisi paramisi masih relevan untuk dipertahankan dalam kehidupan seghari-hari. Penelitian ini akan menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif merupakan metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara kepada 10 orang narasumber. Narasumber terdisi dari tokoh masyarakat, pemerintah, tokoh agama, masyarakat yang aktif melakukan sabung ayam, masyarakat yang sudah tidak aktif sabung ayam, dan anggota keluarga dari umat atau pelaku sabung ayam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sabung ayam memberikan dampak yang negatif terhadap kehidupan masyarakat khususnya dalam asepk ekonomi maupun aspek kehidupan rohani umat (religiusitas). Penelitian ini diharapkan mampu memberikan sumbang pemikiriran bagi para umat dan pelaku pastoral, agar segera memiliki kesadaran akan dampak negatif dari sabung ayam.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

JICC

Publisher

Subject

Arts Humanities

Description

Satwika (Kajian Budaya dan Perubahan Sosial) publishes scientific papers on the results of studies/research and reviews of the literature in the fields of cultural studies and social change. The journal is oriented towards research on cultural phenomena and the current social changes. With the aim ...