Upaya pengendalian tuberkulosis di Indonesia dapat dikatakan menemui banyak tantangan, di antaranya munculnya pandemi COVID-19 sehingga fokus program kesehatan tergeser ke penanganan pandemi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif mengenai aspek input, proses dan output implementasi Kebijakan Pengendalian Tuberkulosis pada Era Pandemi Covid-19 di Puskesmas Kabupaten Aceh Utara. Mulai November 2021 sampai Maret 2022. Informan penelitian adalah 7 orang yang terdiri dari 2 orang pelaksana dan pengelola program tuberkulosis, 2 pasien tuberkulosis, 1 orang kader tuberkulosis, kepala Puskesmas Nisam dan pemegang program tuberkulosis di Lhoksukon, Dinas Kesehatan Aceh Utara. Daerah. jumlah dan jenis SDM TB telah memenuhi persyaratan minimal; Sumber anggaran berasal dari APBK, BOK, dana global dan swadaya desa; Sarana pembuangan sampah dari pemeriksaan laboratorium belum memadai, OAT selalu tersedia, skrining TB dilakukan dengan metode door to door, pelaporan dilakukan secara manual dan online melalui laman SI TB, kurangnya koordinasi dengan desa, dan lintas sektor internal di Puskesmas terkait pengendalian TB, Kurangnya alat transportasi tenaga kesehatan ke lapangan, Minimnya anggaran untuk memberikan gaji kader TB, Penemuan kasus baru positif TB menurun selama Pandemi, Keberhasilan pengobatan diatas 90%. Pendampingan pembentukan desa swadaya di seluruh wilayah kerja Puskesmas di Kabupaten Aceh Utara, Penyampaian anggaran pengadaan sarana transportasi petugas lapangan, Penguatan Peran Kepala Puskesmas terkait pembuatan SOP koordinasi pelaksanaan program pengendalian TB dengan KIA, Promkes dan Surveilans. Kata kunci: Pandemi Covid-19, program pengendalian tuberkulosis, kebijakan.
Copyrights © 2022