Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian integral dari kesehatan umum yang berpengaruh terhadap kualitas hidup. Tingginya angka masalah gigi dan mulut berdasarkan data hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) yang menunjukkan bahwa 56,9% penduduk Indonesia mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut. Prevalensi masalah gigi dalam 1 tahun terakhir paling banyak terkait lubang gigi/karies yaitu sebanyak 829.573 dengan persentase 43,6 %. Data Kunjungan Poli Gigi di puskemas Mlonggo pada bulan januari sampai juli tahun 2025 menunjukkan bahwa dari 2030 oranga yang berkunjung ke poli gigi sebanyak 1305 orang (64%) mengeluhkan terkait dengan lubang gigi. Masih tingginya angka masalah gigi dan mulut di masyarakat disebabkan oleh rendahnya pengetahuan, perilaku pemeliharaan yang kurang tepat, serta terbatasnya peran kolaboratif antara sekolah, keluarga, masyarakat dan tenaga kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus memperkuat kolaborasi antara guru, orang tua, kader kesehatan, dan tenaga kesehatan melalui edukasi serta pendampingan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyuluhan interaktif, pelatihan praktik pmeliharaan kesehatan gigi yang benar, serta diskusi kolaboratif lintas peran dalam mendukung upaya pemiliharaan kesehatan gigi. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman dan partisipasi aktif peserta dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut, serta terbentuknya jejaring kerja sama yang berkelanjutan antara sekolah, keluarga, masyarakat dan fasilitas pelayanan kesehatan sebagai upaya promotif dan preventif terhadap masalah gigi dan mulut di masyarakat.
Copyrights © 2025