ABSTRAKLatar Belakang: Kejadian anemia atau kekurangan darah pada ibu hamil di Indonesia masih tergolong tinggi, yaitu sebanyak 48,9% (menurut Kemenkes RI tahun 2019). Dampak anemia pada ibu hamil dapat diamati dari besarnya angkat kesakitan dan kematian maternal, peningkatan angka kesakitan dan kematian janin, serta peningkatan resiko terjadinya berat badan lahir rendah. Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap penyakit anemia pada ibu hamil menjadi satu permasalahan dalam pemberian dukungan terhadap klien anemia pada ibu hamil.Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat akan di laksanakan pada kelompok sasaran kader posyandu sebanyak 15 orang. Metode yang digunakan dalam pengabdian adalah ceramah , tanya jawab , demontrasi serta pembuatan video penyuluhan yang di lakukan oleh kader.Metode: Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini terbagi menjadi 2 (dua) tahap yaitu tahap pertama tanggal 20 Juli 2024 dan tahap kedua 3 Agustus 2024. Kegiatan yang di lakukan pada tahap pertama tanggal 20 Juli 2024 adalah dengan pemberian materi dengan tema peran kader posyandu dalam pencegahan anemia pada kehamilan dan teknik penyuluhan kesehatan bagi kader. Kegiatan pada tahap kedua tanggal 3 Agustus 2024 adalah para kader melakukan praktik penyuluhan kesehatan dengan tema anemia dalam kehamilan, dari 15 peserta di pilih 3 orang kader yang terbaik dalam memberikan penyuluhan kesehatan. Kader yang terpilih sebagai peserta terbaik membuat video penyuluhan kesehatan secara langsung dengan ibu hamil di wilayah posyandunya masing-masing.Hasil: Peningkatan peran kader kader kesehatan melalui media edukasi dalam mencegah anemia dalam kehamilan. Kader sebagai ujung tombak penggerak kesehatan di masyarakat perlu dilakukan peningkatan peran kader dalam berbagai kegiatan kesehatan di masyarakat dapat berjalan dengan optimal.Kata kunci: Peran Kader, Media Edukasi, Anemia Pada Ibu Hamil
Copyrights © 2024